Rabu, 18 Januari 2012

Benteng Madang

Di Padang Batung sebelah utara anda akan bertemu dengan sebuah desa yang bernama Madang dengan dataran cukup tinggi menyerupai sebuah gunung. Dataran tinggi tersebut kemudian ditata dan dibuat oleh Tumenggung Antaluddin atas permintaan dari Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman kemudian dijadikan benteng pertahanan pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman dalam menghadapi serangan serdadu Belanda.
Tercatat ada lima kali serangan yang dilakukan oleh serdadu belanda dan semuanya dapat dikalahkan oleh pasukan Pangeran Hadayatullah dan Demang Lehman. Serangan-serangan serdadu Belanda dilakukan pada tanggal 3, 4, 13, 18 dan 22 September 1860. Pada serangan yang keempat tanggal 18 September 1860, pasukan infantry serdadu bgelanda yang dipimpin oleh Kapten Koch dihajar habis-habisan oleh pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang lehman, sehingga banyak serdadu Belanda yang tewas termasuk Kapten Koch.
Saat ini Benteng Madang telah ditata dan direnovasi oleh Pemerintah daerah Hulu Sungai Selatan dengan anak tangga lebih dari 400 buah dan dapat dituju dengan menggunakan mobil dengan jarak ± 8 Km dari Kota Kandangan.


Minggu, 01 Januari 2012

TUGAS IT MINGGUAN

GUNUNG/BUKIT KANTAUAN

Sebetulnya tidak ada yang istimewa dari bukit yang terletak dipegunungan meratus ini, hanya sebuah bukit kecil yang terdiri dari batuan kapur yang ditutupi tumbuhan liar. Dulu, sebelum ada jalan aspal menuju ke Loksado seperti sekarang ini, Kantauan merupakan cek poin bagi backpacker dijalan rintisan yang ingin menuju perkampungan Dayak Bukit di desa Loksado.
Bila pada pagi hari kita berhenti sejenak di depan penginapan / lodge Arjuna di kampung Muara Hatip, bukit ini akan tampak terlihat berdiri gagah dan sedikit angkuh disela sela kabut yang masih enggan beranjak, sangat menantang para petualang untuk mendakinya.
IMG_4111
Desa Muara Hatip dikaki bukit Kantauan ini dulunya berdiri sebuah Balai adat dari salah satu kelompok dayak bukit yang bernama Balai Tamiang Malah, tapi balai tersebut sudah rusak tidak terurus ditambah lagi masyarakatnya sudah banyak yang berpindah dari kepercayaan kaharingan. Karena lokasinya yang strategis, indah dan menantang sekarang desa Muara Hatip sering dijadikan base camp bagi kegiatan out bond oleh beberapa instansi baik pemerintahan maupun swasta.
Pada tanggal 8 November 2008 yang lalu, +/- 70 personil rekan rekan pecinta sepeda gunung dari Banjarmasin dan Tapin juga menjadikan desa Muara Hatip sebagai base camp dan starting point untuk penjelajahan sampai ke Loksado dan Haratai dengan menggunakan MTB. Tunggu posting berikutnya untuk liputan: Serunya bersepeda gunung dari Muara Hatip ke Haratai..........